A. PENGERTIAN DOKUMENTER
Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya
Lumiere bersaudara yang berkisah tentang perjalanan (travelogues) yang dibuat
sekitar tahun 1890-an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata ‘dokumenter’
kembali digunakan oleh pembuat film dan kritikus film asal Inggris John Grierson
untuk Film Moana (1962) karya Robert Flaherty. Grierson berpendapat
dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan realitas. Sekalipun
Grierson mendapat tentangan dari berbagai pihak, pendapatnya tetap relevan
sampai saat ini

17 Film Dokumenter yang Dijamin Membuatmu Semakin Pintarphotocan.sohu

Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan dibuat
untuk macam tujuan. Namun harus diakui, film dokumenter tak pernah lepas dari
tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau
kelompok tertentu. Intinya, film dokumenter tetap berpijak pada hal-hal senyata
mungkin. Seiring dengan perjalanan waktu, muncul berbagai aliran dari film
dokumenter misalnya dokudrama. Dalam dokudrama, terjadi reduksi realita demi
tujuan-tujuan estetis, agar gambar dan cerita menjadi lebih menarik. Sekalipun
demikian, jarak antara kenyataan dan hasil yang tersaji lewat dokudrama biasanya
tak berbeda jauh. Dalam dokudrama, realita tetap jadi pakem pegangan

 

Kekuatan utama yang dimiliki film dokumenter terletak pada rasa
keontentikan, bahwa tidak ada definisi film dokumenter yang lengkap tanpa
mengaitkan faktor-faktor subyektif pembuatnya. Dengan kata lain, film
dokumenter bukan cerminan pasif dari kenyataan, melainkan ada proses
penafsiran atas kenyataan yang dilakukan oleh si pembuat film dokumenter. Film
dokumenter, selain mengandung fakta, ia juga mengandung subyektivitas
pembuat. Subyektivitas dalam arti sikap atau opini terhadap peristiwa. Jadi ketika
faktor manusia berperanan, persepsi tentang kenyataan kan sangat tergantung
pada manusia pembuat film dokumenter itu

Seorang pembuat film dokumenter yaitu DA. Peransi mengatakan bahwa
film dokumenter yang baik adalah yang mencerdaskan penonton. Sehingga
kemudian film dokumenter menjadi wahana yang tepat untuk mengungkap
realitas, menstimulasi perubahan. Jadi yang terpenting adalah menunjukkan
realitas kepada masyarakat yang secara normal tidak terlihat realitas itu 4

B. STANDART OPERATION PROCEDURE (SOP)
Dalam pembuatan film dokumenter, kejelian adalah hal yang pokok.
Sehingga diperlukan suatu pemikiran dan proses teknis yang matang. Suatu
produksi program film memerlukan tahapan proses perencanaan, proses produksi,
hingga hasil akhir produksi. Tahapan tersebut sering dikenal dengan Standard
Operation Procedure (SOP), yang terdiri dari:

1. Pra Produksi (ide, perencanaan, persiapan)
2. Produksi (pelaksanaan)
3. Pasca Produksi (Penyelesaian dan Penayangan)

I. Pra Produksi
Merupakan tahap awal dari proses produksi, termasuk didalamnya adalah
penemuan ide, pengumpulan bahan berupa data-data untuk mendukung fakta atau
subyek yang dipilih. Tahap pra produksi ini sangat penting karena merupakan
landasan untuk melaksanakan produksi dan harus dilakukan dengan dengan rinci
dan teliti sehingga akan membantu kelancaran proses produksi. Jika tahap ini
telah dilaksanakan secara rinci dan baik, sebagian dari produksi yang
direncanakan sudah beres
Kegiatan ini meliputi :
1. Memilih Subyek Film Dokumenter (choosing a subject)
Ada beberapa kemungkinan yang menjadi dasar untuk memilih subyek.
Subyek film dokumenter bisa berhubungan dengan sejarah, mitos atau legenda,
sosial budaya, sosial ekonomi, atau yang lainnya. Pertimbangan dipilihnya suatu
subyek bukan hanya karena kebetulan semata tetapi melalui proses panjang,
melalui penelitian dan memiliki dasar pemikiran yang kuat.

2. Riset (Research)
Riset (penelitian) adalah salah satu bagian terpenting sebelum pembuatan
film dokumenter. Riset digunakan untuk mendukung fakta-fakta tentang subyek
yang telah dipilih. Riset dilakukan untuk mendapatkan data-data yang bisa
diperoleh melalui wawancara dengan tokoh ahli, kepustakaan, media massa,
internet, dokumen maupun sumber lain.
Menurut Garin Nugroho, riset juga berhubungan dengan tema film. Riset
tema film berhubungan dengan penguasaan pada wacana yang menyangkut
disiplin ilmu dan kebutuhan mendiskripsikannya ke bentuk visual. Pendampingan
kepustakaan dan ahli lokal juga penting dan harus dilakukan.

3. Mempersiapkan Detail Produksi
Mempersiapkan detail berarti menyiapkan segala hal yang diperlukan agar
proses produksi dapat berjalan lancar. Persiapan-persiapan tersebut antara lain:
a. Data Teknis
b. Sinopsis atau tulisan ringkas mengenai garis besar cerita, meliputi
adegan adegan pokok dan garis besar pengembangan cerita 6

c. Treatment, dapat dijabarkan sebagai perlakuan tentang hal-hal
yang dijabarkan dalam sinopsis. Sebuah uraian mengenai segala
urutan kejadian yang akan tampak di layar TV atau Video. Uraian
itu bersifat naratif, tanpa menggunakan istilah teknis 7

d. Naskah atau skenario, yaitu cerita dalam bentuk rangkaian sekuen
dan adegan-adegan yang siap digunakan untuk titik tolak produksi
film, tetapi belum terperinci.
e. Shooting Script adalah naskah versi siap produksi yang berisi sudut
pengambilan gambar atau angle dan bagian-bagian kegiatan secara
rinci dan spesifik.
f. Timetable Shooting atau penjadwalan Shooting yang berbentuk
Shooting Breakdown dan Shooting Schedule.

II. Produksi
Tahap ini merupakan kegiatan pengambilan gambar atau shooting.
Pengambilan gambar dilakukan berdasarkan shooting script dan shooting
breakdown dengan pengaturan jadwal seperti yang tercantum dalam shooting
schedule.
Beberapa istilah yang digunakan dalam pengambilan gambar atau shooting
dalam karya tugas akhir ini antara lain :
Shot, adalah sebuah unit visual terkecil berupa potongan film yang
merupakan hasil satu perekaman

– Camera Angle, atau biasa disebut sudut pengambilan gambar, adalah
posisi kamera secara relatif terhadap subyek dan obyek.
– Sequence, atau serangkaian shot-shot yang merupakan satu kesatuan yang
utuh.
-Scene, atau adegan adalah salah satu shot atau lebih dari suatu lokasi atau
action yang sama.
-Close Up (CU), atau pengambilan terdekat. Tembakan kamera pada jarak
yang sangat dekat dan memeperlihatkan hanya bagian kecil subyek,
misalnya wajah seseorang

-Long Shot (LS), shot jarak jauh yang kepentingannya untuk
memeperlihatkan hubungan antara subyek-subyek dan lingkungan maupun
latar belakangnya.

Medium Shot (MS), shot yang diambil lebih dekat pada subyeknya
dibandingkan long shot. Bila obyeknya manusia, medium shot
menampilkan bagian tubuh dari pinggang ke atas 10.
-Medium Long Shot (MLS), atau disebut juga knee shot. Bila obyeknya
manusia, maka yang tampak adalah dari kepala sampai lutut, bagian latar
belakang tampak rinci 11.
– Composition, merupakan teknik menempatkan gambar pada layar dengan
proporsional.
– Pan, menggerakkan kamera ke kanan dan ke kiri pada poros (as)
horisontalnya 12.
– Tilt, gerakan kamera menunduk dan mendongak pada poros vertikalnya 13.
– Tracking Shot, shot yang diambil dengan memindahkan kamera mendekat
ke subyek (track in) maupun menjauh dari subyek (track out). Kamera
bisa diletakkan diatas peralatan beroda karet yang disebut dolly 14.
– Follow, adalah gerakan kamera yang mengikuti kemana obyek bergerak.
Dalam karya ini terdapat pengembangan dari shot follow ini yaitu dengan
cara mengikuti obyek yang sedang bergerak (melakukan trik skateboard)
dengan menggunakan skateboard serta kamera yang dipegang dengan cara
handheld. Teknik ini dalam dunia skateboard disebut running atau long
take

 

III. Pasca Produksi
Pasca produksi bisa dikatakan sebagai tahap akhir dari keseluruhan proses
produksi. Tahap ini dilaksanakan setelah semua pengambilan gambar selesai.
Tahap pasca produksi ini meliputi logging, editing, dan mixing.
Logging merupakan kegiatan pencatatan timecode hasil shooting, dalam
karya tugas akhir ini terdapat empat buah kaset yang merupakan hasil rekaman
yang harus du logging. Logging juga berguna untuk mempermudah editor dalam
pemilihan gambar yang akan dipakai dalam karya ini.
Setelah logging, dilakukan penyusunan gambar sesuai skenario atau
shooting script melalui editing. Dalam editing terdapat proses trimming yaitu
pemotongan gambar agar sesuai dengan yang diinginkan.
Setelah editing selesai dilakukan mixing gambar dengan suara. Suara dapat
berupa atmosfir, suara asli, background musik, atau narasi. Dalam karya tugas
akhir ini penulis menggunakan semua elemen suara tersebut. Suara asli dan
artmosfer digunakan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya, hal ini
agar audience tahu dan dapat merasakan keadaan di lapangan sebagaimana
aslinya.
Narasi digunakan oleh penulis agar audience dapat lebih mudah menerima
informasi yang akan disampaikan oleh film maker. Film maker menggunakan
narasi oleh narator bukan untuk menggurui audience, namun dalam hal ini narasi
juga berguna sebagai konektor atau penghubung beberapa macam informasi yang
disampaikan oleh narasumber.

 

 

 

 

 

Written by admin_edisutiono

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *